Di IKIM FM.
- berapa lama kita solat tapi ramai yg tak tau makna bacaaan yg diulang2 5 kali sehari. Mesti pastikan tahu makna bacaan sbb solat ini adalah waktu dan cara kita berkomunikasi dgn pencipta. Jadi kena faham makna
- solat di akhir waktu. patutnya kita tunggu Allah utk solat
- solat tergesa2. patutnya dlm keadaan tenang
- pastikan bersuci dgn sempurna sblm solat
- org yg solat akan betul dlm semua perkara i.e. tak tipu org, tak khianat, kerja sungguh2, tak rasuah
- org yg solat sentiasa rasa diperhatikan
Sunday, April 4, 2010
Friday, April 2, 2010
Amalan Solat Istikharah dan Manfaat
Istikharah berasal daripada perkataan Arab yang bermaksud meminta pilihan yang baik. Biasanya solat istikharah dilakukan apabila seseorang itu ingin melakukan sesuatu perkara tetapi dia tidak pasti apakah perbuatan atau tindakannya itu membawa kebaikan atau tidak.
Solat Istikharah ini sangat-sangat di galakkan oleh Rasulullah sebagaimana disebut dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari;
Mahfum Hadis: Dari Jabir ra., ia berkata: “Nabi pernah mengajarkan kepada kami Istikharah dalam berbagai urusan, seperti mengajarkan sebuah surah dalam Al Quran. Kalau seseorang dari kamu menghendaki sesuatu, maka hendaklah ia solat dua rakaat, kemudian berdoa:
“Ya Allah! Aku mohon pemilihan Mu menerusi pengetahuan Mu dan aku mohon kekuatan Mu menerusi kudrat Mu serta aku minta pada Mu sebahagian dari limpah kurnia Mu yang sangat besar. Sesungguhnya Engkau amat berkuasa sedangkan aku tidak berkuasa, Engkau amat mengetahui sedangkan aku tidak mengetahui dan sesungguhnya Engkau amat mengetahui segala yang ghaib. Ya Allah kiranya Engkau mengetahui bahawa perkara ini adalah baik bagiku dalam urusan agama ku juga dalam urusan penghidupan ku serta natijah pada urusan ku, kini dan akan datang, maka tetapkan lah ia bagi ku dan permudahkanlah ia untukku, serta berkatilah daku padanya. Dan kiranya Engkau mengetahui bahawa perkara ini membawa kejahatan kepadaku dalam urusan agamaku, juga dalam urusan penghidupanku dan natijah urusanku, kini dan akan datang, maka elakkanlah ia dariku dan tetapkanlah kebaikan untukku sebagaimana sepatutnya, kemudian jadikanlah daku meredhainya.”
Boleh dilakukan bila2 masa tapi waktu terbaik ialah pada dua per tiga malam.
Solat Istikharah ini sangat-sangat di galakkan oleh Rasulullah sebagaimana disebut dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari;
Mahfum Hadis: Dari Jabir ra., ia berkata: “Nabi pernah mengajarkan kepada kami Istikharah dalam berbagai urusan, seperti mengajarkan sebuah surah dalam Al Quran. Kalau seseorang dari kamu menghendaki sesuatu, maka hendaklah ia solat dua rakaat, kemudian berdoa:
“Ya Allah! Aku mohon pemilihan Mu menerusi pengetahuan Mu dan aku mohon kekuatan Mu menerusi kudrat Mu serta aku minta pada Mu sebahagian dari limpah kurnia Mu yang sangat besar. Sesungguhnya Engkau amat berkuasa sedangkan aku tidak berkuasa, Engkau amat mengetahui sedangkan aku tidak mengetahui dan sesungguhnya Engkau amat mengetahui segala yang ghaib. Ya Allah kiranya Engkau mengetahui bahawa perkara ini adalah baik bagiku dalam urusan agama ku juga dalam urusan penghidupan ku serta natijah pada urusan ku, kini dan akan datang, maka tetapkan lah ia bagi ku dan permudahkanlah ia untukku, serta berkatilah daku padanya. Dan kiranya Engkau mengetahui bahawa perkara ini membawa kejahatan kepadaku dalam urusan agamaku, juga dalam urusan penghidupanku dan natijah urusanku, kini dan akan datang, maka elakkanlah ia dariku dan tetapkanlah kebaikan untukku sebagaimana sepatutnya, kemudian jadikanlah daku meredhainya.”
Boleh dilakukan bila2 masa tapi waktu terbaik ialah pada dua per tiga malam.
Yes, You Can! - Follow this Simple Guide to Becoming More Self-Assured
Yes, you can!
Many people lack self-confidence. This is a common phenomenon that varies in intensity and is often situational.
The good news is that if you examine some of the causes of a lack of confidence, they will illustrate that it is self-inflicted — and can be improved, if not eliminated, with a change of behaviour.
Here are some basic tips on how to start breaking down the barrier to a more confident and balanced life.
With increased self-esteem, a more balanced and purposeful life will follow. - Filepic
1 Fear of rejection
One of the most basic human needs is to be loved and accepted. Some people go to extraordinary lengths to fulfil this need.
People who excessively strive to be wanted, accepted and loved may be doing themselves more harm than good, because they do things to please others in the hope of “buying” their acceptance. They fear that standing up for themselves or for what they believe in will make others reject them.
On the contrary, standing your ground is the clue to getting other people to respect you. If the people you want to please only accept you for what you can give them, they are probably not worth your time.
Give yourself the chance to be with people who like you for yourself. Learn to see rejection as the opportunity to move on to better things.
Tip: Say to yourself that “perceived rejection” is only feedback. Not giving in to others who want to impose their will on you for selfish reasons will benefit you in the long term.
2 Self-doubt
Negative self-talk creates selfdoubt. This is when we convince ourselves that we are not good enough and it becomes a selffulfilling prophecy.
Every single day of your life, the person you talk to the most is yourself. That is why training yourself to talk positively is so important.
An example of this: one of my clients — an entrepreneur — started to doubt his abilities when some of his prospects refused to buy his products. He soon came to realise, through positive self-talk, that these people were rejecting his products, not him. It was nothing personal.
Tip: Practise turning every negative thought into a positive — from a “cannot” to a “maybe”’. Eventually, you will acquire a “can do” mindset.
3 What will others think of me?
You are likely to ask this when you have to make a presentation or when you are expected to make conversation at a social gathering.
The root cause is selfconsciousness. If you focus only on yourself or on possible negative outcomes (loss of face), sharing a thought or point of view becomes difficult.
In a social setting, try to worry less about being interesting and more about being interested in other people. Focus on your audience, not yourself!
If you are giving a speech, make sure you thoroughly prepare for it — that is the least your listeners expect from you. If you try to “wing it”, you will not sound confident and will be more likely to worry about what others will think!
Tip: Focus less on yourself. You will be lifting a huge barrier in interpersonal communication.
4 It is situational
Your self-confidence can take a dive in certain situations.
If you are generally able to put forward your views confidently with friends and colleagues, why is it that you feel less sure of yourself when engaging in conversation with “important” people, such as your boss or a high-ranking client?
The answer lies in your aversion to risk taking — you want to make a good impression and become extra careful about what you say.
I am not suggesting that when addressing a Board of Directors you should treat them like buddies — that would be inappropriate.
The thing to do is to adapt your communication style to the circumstances — treat people with the respect that is their due but don’t apologise for having opinions.
Tip: If you encounter circumstances where you feel uneasy, think of a similar situation when you felt totally selfconfident.
Capture that positive situation in your mind with the feelings that go with it: your demeanour will follow in a positive way.
The key is to start your journey to more self-confidence in a small way. As the old adage goes: “A journey starts with the first step.”
With increased self-esteem, a more balanced and purposeful life will follow.
- Source: Straits Times/Asia News Network
Article by Bernard Bulens, chief executive office of Ashmore International.
http://star-jobs.com/services/printerfriendly.asp?file=/2010/3/30/starjobs/5891374&sec=starjobs
Many people lack self-confidence. This is a common phenomenon that varies in intensity and is often situational.
The good news is that if you examine some of the causes of a lack of confidence, they will illustrate that it is self-inflicted — and can be improved, if not eliminated, with a change of behaviour.
Here are some basic tips on how to start breaking down the barrier to a more confident and balanced life.
With increased self-esteem, a more balanced and purposeful life will follow. - Filepic
1 Fear of rejection
One of the most basic human needs is to be loved and accepted. Some people go to extraordinary lengths to fulfil this need.
People who excessively strive to be wanted, accepted and loved may be doing themselves more harm than good, because they do things to please others in the hope of “buying” their acceptance. They fear that standing up for themselves or for what they believe in will make others reject them.
On the contrary, standing your ground is the clue to getting other people to respect you. If the people you want to please only accept you for what you can give them, they are probably not worth your time.
Give yourself the chance to be with people who like you for yourself. Learn to see rejection as the opportunity to move on to better things.
Tip: Say to yourself that “perceived rejection” is only feedback. Not giving in to others who want to impose their will on you for selfish reasons will benefit you in the long term.
2 Self-doubt
Negative self-talk creates selfdoubt. This is when we convince ourselves that we are not good enough and it becomes a selffulfilling prophecy.
Every single day of your life, the person you talk to the most is yourself. That is why training yourself to talk positively is so important.
An example of this: one of my clients — an entrepreneur — started to doubt his abilities when some of his prospects refused to buy his products. He soon came to realise, through positive self-talk, that these people were rejecting his products, not him. It was nothing personal.
Tip: Practise turning every negative thought into a positive — from a “cannot” to a “maybe”’. Eventually, you will acquire a “can do” mindset.
3 What will others think of me?
You are likely to ask this when you have to make a presentation or when you are expected to make conversation at a social gathering.
The root cause is selfconsciousness. If you focus only on yourself or on possible negative outcomes (loss of face), sharing a thought or point of view becomes difficult.
In a social setting, try to worry less about being interesting and more about being interested in other people. Focus on your audience, not yourself!
If you are giving a speech, make sure you thoroughly prepare for it — that is the least your listeners expect from you. If you try to “wing it”, you will not sound confident and will be more likely to worry about what others will think!
Tip: Focus less on yourself. You will be lifting a huge barrier in interpersonal communication.
4 It is situational
Your self-confidence can take a dive in certain situations.
If you are generally able to put forward your views confidently with friends and colleagues, why is it that you feel less sure of yourself when engaging in conversation with “important” people, such as your boss or a high-ranking client?
The answer lies in your aversion to risk taking — you want to make a good impression and become extra careful about what you say.
I am not suggesting that when addressing a Board of Directors you should treat them like buddies — that would be inappropriate.
The thing to do is to adapt your communication style to the circumstances — treat people with the respect that is their due but don’t apologise for having opinions.
Tip: If you encounter circumstances where you feel uneasy, think of a similar situation when you felt totally selfconfident.
Capture that positive situation in your mind with the feelings that go with it: your demeanour will follow in a positive way.
The key is to start your journey to more self-confidence in a small way. As the old adage goes: “A journey starts with the first step.”
With increased self-esteem, a more balanced and purposeful life will follow.
- Source: Straits Times/Asia News Network
Article by Bernard Bulens, chief executive office of Ashmore International.
http://star-jobs.com/services/printerfriendly.asp?file=/2010/3/30/starjobs/5891374&sec=starjobs
Belanja Harta - Surah Al-Baqarah (Ayat 215)
Surah Al-Baqarah (Ayat 215)
Mereka bertanya kepadamu (wahai Muhammad): Apakah yang akan mereka belanjakan (dan kepada siapakah)? Katakanlah: Apa jua harta benda (yang halal) yang kamu belanjakan maka berikanlah kepada: Kedua ibu bapa dan kaum kerabat dan anak-anak yatim dan orang-orang miskin dan orang-orang yang terlantar dalam perjalanan dan (ingatlah), apa jua yang kamu buat dari jenis-jenis kebaikan, maka sesungguhnya Allah sentiasa mengetahuiNya (dan akan membalas dengan sebaik-baiknya).
Mereka bertanya kepadamu (wahai Muhammad): Apakah yang akan mereka belanjakan (dan kepada siapakah)? Katakanlah: Apa jua harta benda (yang halal) yang kamu belanjakan maka berikanlah kepada: Kedua ibu bapa dan kaum kerabat dan anak-anak yatim dan orang-orang miskin dan orang-orang yang terlantar dalam perjalanan dan (ingatlah), apa jua yang kamu buat dari jenis-jenis kebaikan, maka sesungguhnya Allah sentiasa mengetahuiNya (dan akan membalas dengan sebaik-baiknya).
Kabul Doa
Wahai manusia ketahuilah, apabila kamu minta Aku memberimu, Jika kamu berdoa' kepadaKu Aku kabulkan, dan apabila kamu sakit Aku sembuhkan dan jika kamu berserah diri Aku memberimu rezeki, dan jika kamu mendatangi-Ku Aku menerimamu, dan bila kamu bertaubat Aku ampuni (dosa-dosa)mu, Aku Maha Penerima Taubat dan Maha Pengasih.
(Hr. Attirmidzi dan Al Hakim)
(Hr. Attirmidzi dan Al Hakim)
Buku 'Anak Sihat & Genius'
Sesuai buat ibu yang bekerja untuk memahami 5 karenah/karekter anak2.
POSITIF
Anak- anak yang masuk dalam kategori ini adalah anak yang mudah diuruskan. Ramai ibu bapa yang menginginkan mempunyai anak seperti ini. Biasanya Si kecil mudah menerima orang baru dan tidak mudah meragam jika pertama kali bertemu dengan orang asing. Si kecil ini ketegori lebih mudah memahami berbanding kanak-kanak sebayanya.
Kalau dia menginginkan sesuatu, ibu bapa tidak susah unutk mengalihkan perhatiannya. Dia tidak akan mengamuk hanya kerana tidak dapat apa yang diingininya. Jika anak ini sedang meragam, anda boleh memujuknya dengan mudah, malah dia juga mudah bergaul dengan rakan-rakan kerana dia boleh menyesuaikan diri dengan cepat.
SI BUKU
Semua proses pembesaran anak dalam golongan ini, sama seperti turutan dalam sebuah buku. Biasanya, Si kecil tidak mudah meragam kala bertemu degan orang asing walaupun pada peringkat awal dia mempunyai sikap malu-malu.
Anak dalam golongan ini lebih suka berada dalam lingkungan orang yang dikenalinya. Namun, jika anda sudah mendidiknya untuk bergaul dengan orang lain sedari awal, dia tidak akan menimbulkan masalah. Cuma, sebagai ibu bapa, anda perlu faham yang Si kecil dalam kategori ini lebih suka melakukan sesuatu yang ditentukan mengikut jadual.
SI SENSITIF
Anak kecil dalam kategori ini memiliki sifat sensitif dan lambat menyesuaikan diri dengan keadaan baru. Dia lebih menyukai dunia yang sudah dikenalnya. Dia juga tidak suka diganggu ketika sedang asyik dengan aktivitinya. Malah, jika anda mengganggunya, dia mungkin akan marah dan menangis.
Si kecil anda mungkin disebut sebagai seorang yang pemalu itu memang benar. Di kurang bersosial dan tidak selesa dengan rakan barunya. Malah dia juga sukar berkongsi barang miliknya dengan orang lain.
Anak dalam kategori ini lebih suka melakukan aktiviti sendiri. Jadi sebagai ibu bapa lebih baik anda memberi kepercayaan kepadanya untuk berdikari. Si kecil anda pasti lebih berhati-hati dan peka dalam melakukan sesuatu kerana sifat mereka yang sensitif itu. Biasanya mereka sangat berbakat dalam bidang seni.
SI SEMANGAT
Si kecil dalam kategori ini merupakan seorang yang sangat aktif tetapi mudah marah. Biasanya marahnya sukar dikawal dan difahami. Dia suka berkawan dan mempunyai sifat ingin tahu yang sangat tinggi. Dia akan suka melakukan perbuatan yang disukainya dan tidak suka dihalang. Anak ini akan merasa bangga andai berjaya melakukan sesuatu.
Sebagai ibu bapa, anda perlu menjelaskan pada apa yang boleh dan tidak boleh dilakukannya. Anak ini mudah menangis dan sukar dipujuk. Malah dia boleh menangis berpanjangan. (Macam Najmi ni - sebijik)
Sewaktu menghabiskan masa bersamanya, anda perlu menetapkan aturan supaya dia tidak bersikap mengikut kepalanya sahaja. Anda juga perlu bijak mencari permainan yang sesuai untuk dia melepaskan kehendaknya. Si kecil dalam kategori ini biasanya berbakat menjadi pemimpin dan akan berusaha mencapai kehendaknya.
SI PEMARAH
Si kecil dalam kategori ini merupakan seorang yang keras kepala, pemarah dan mahukan semua benda mengikut kehendaknya sahaja. Malah, jika dia dipaksa melakukan sesuatu sebelum dia bersedia, dia akan mengamuk dan menolaknya. Dia juga tidak boleh diajar kerana dia lebih suka melakukan semuanya sendiri.
Oleh kerana sebagai anak kecil tidak banyak yang boleh dilakukannya tetapi kerana sikap ingin tahunya, dia akan menjadi kecewa dan marah kerana tidak dapat melakukan apa yang dikehendakinya.
Anak ini sering menangis akibat marah, bukan kerana sedih. Malah dia juga sukar melahirkan perasaanya, membuatkan dia menjadi seorang yang suka memaksa. Dia juga suka melakukan sesuatu mengikut moodnya. Dia juga tidak boleh dipaksa kerana ini menjadikan dia lebih keras kepala. Namun begitu, anak dalam ketegori ini biasanya kreatif, banyak akal dan bijak.
Source:http://www.mummyisma.com/
REFERENCE:
Anak Sihat & Genius: 1001 tip dari 0 hingga 6 tahun. 2010. 4th Edn. Selangor: Teguh Ringgit Publishing House.
POSITIF
Anak- anak yang masuk dalam kategori ini adalah anak yang mudah diuruskan. Ramai ibu bapa yang menginginkan mempunyai anak seperti ini. Biasanya Si kecil mudah menerima orang baru dan tidak mudah meragam jika pertama kali bertemu dengan orang asing. Si kecil ini ketegori lebih mudah memahami berbanding kanak-kanak sebayanya.
Kalau dia menginginkan sesuatu, ibu bapa tidak susah unutk mengalihkan perhatiannya. Dia tidak akan mengamuk hanya kerana tidak dapat apa yang diingininya. Jika anak ini sedang meragam, anda boleh memujuknya dengan mudah, malah dia juga mudah bergaul dengan rakan-rakan kerana dia boleh menyesuaikan diri dengan cepat.
SI BUKU
Semua proses pembesaran anak dalam golongan ini, sama seperti turutan dalam sebuah buku. Biasanya, Si kecil tidak mudah meragam kala bertemu degan orang asing walaupun pada peringkat awal dia mempunyai sikap malu-malu.
Anak dalam golongan ini lebih suka berada dalam lingkungan orang yang dikenalinya. Namun, jika anda sudah mendidiknya untuk bergaul dengan orang lain sedari awal, dia tidak akan menimbulkan masalah. Cuma, sebagai ibu bapa, anda perlu faham yang Si kecil dalam kategori ini lebih suka melakukan sesuatu yang ditentukan mengikut jadual.
SI SENSITIF
Anak kecil dalam kategori ini memiliki sifat sensitif dan lambat menyesuaikan diri dengan keadaan baru. Dia lebih menyukai dunia yang sudah dikenalnya. Dia juga tidak suka diganggu ketika sedang asyik dengan aktivitinya. Malah, jika anda mengganggunya, dia mungkin akan marah dan menangis.
Si kecil anda mungkin disebut sebagai seorang yang pemalu itu memang benar. Di kurang bersosial dan tidak selesa dengan rakan barunya. Malah dia juga sukar berkongsi barang miliknya dengan orang lain.
Anak dalam kategori ini lebih suka melakukan aktiviti sendiri. Jadi sebagai ibu bapa lebih baik anda memberi kepercayaan kepadanya untuk berdikari. Si kecil anda pasti lebih berhati-hati dan peka dalam melakukan sesuatu kerana sifat mereka yang sensitif itu. Biasanya mereka sangat berbakat dalam bidang seni.
SI SEMANGAT
Si kecil dalam kategori ini merupakan seorang yang sangat aktif tetapi mudah marah. Biasanya marahnya sukar dikawal dan difahami. Dia suka berkawan dan mempunyai sifat ingin tahu yang sangat tinggi. Dia akan suka melakukan perbuatan yang disukainya dan tidak suka dihalang. Anak ini akan merasa bangga andai berjaya melakukan sesuatu.
Sebagai ibu bapa, anda perlu menjelaskan pada apa yang boleh dan tidak boleh dilakukannya. Anak ini mudah menangis dan sukar dipujuk. Malah dia boleh menangis berpanjangan. (Macam Najmi ni - sebijik)
Sewaktu menghabiskan masa bersamanya, anda perlu menetapkan aturan supaya dia tidak bersikap mengikut kepalanya sahaja. Anda juga perlu bijak mencari permainan yang sesuai untuk dia melepaskan kehendaknya. Si kecil dalam kategori ini biasanya berbakat menjadi pemimpin dan akan berusaha mencapai kehendaknya.
SI PEMARAH
Si kecil dalam kategori ini merupakan seorang yang keras kepala, pemarah dan mahukan semua benda mengikut kehendaknya sahaja. Malah, jika dia dipaksa melakukan sesuatu sebelum dia bersedia, dia akan mengamuk dan menolaknya. Dia juga tidak boleh diajar kerana dia lebih suka melakukan semuanya sendiri.
Oleh kerana sebagai anak kecil tidak banyak yang boleh dilakukannya tetapi kerana sikap ingin tahunya, dia akan menjadi kecewa dan marah kerana tidak dapat melakukan apa yang dikehendakinya.
Anak ini sering menangis akibat marah, bukan kerana sedih. Malah dia juga sukar melahirkan perasaanya, membuatkan dia menjadi seorang yang suka memaksa. Dia juga suka melakukan sesuatu mengikut moodnya. Dia juga tidak boleh dipaksa kerana ini menjadikan dia lebih keras kepala. Namun begitu, anak dalam ketegori ini biasanya kreatif, banyak akal dan bijak.
Source:http://www.mummyisma.com/
REFERENCE:
Anak Sihat & Genius: 1001 tip dari 0 hingga 6 tahun. 2010. 4th Edn. Selangor: Teguh Ringgit Publishing House.
Belajar Tajwid
Cedok dari forum:
"Sebaik-baik kamu ialah yg mempelajari al-Quran dan kemudian mengajarkannya" (maksud hadith riwayat Bukhari)
Jumhur ulama telah menjelaskan bahawa hukum mempelajari ilmu Tajwid adalah Fardhu Kifayah, manakala hukum beramal dengannya adalah Fardhu 'Ain ke atas orang Islam yg Mukallaf dan berdosa sesiapa yg membaca al-Quran tanpa memelihara hukum Tajwid.
"Orang yg membaca al-Quran lagi mahir, kelak akan dapat bersama para Rasul yg mulia dalam syurga, dan orang yg membaca tetapi tidak mahir, dalam keadaan trpegun-pegun dan nampak agak berat lidahnya, ia akan mendapat dua pahala" (maksud hadith riwayat Muslim)
"Bacalah al-Quran, kerana sesungguhnya al-Quran itu akan mensyafaatkan orang yg membacanya pada hari kiamat" (maksud hadith riwayat Muslim)
ikhfa' agak susah skt sebab bunyinya antara izhar dan idgham, tapi kalau sebut depan tok guru dan praktis selalu insyaAllah boleh.. Dalam ilmu tajwid, sebutan kena betul, barulah mudah belajar hukum2 seperti idgham, izhar dan ikhfa', serta mad dan huruf2 tebal & nipisnya, dll. Apapun, yg penting wajib berguru, bertalaqqi, seperti mana Rasulullah saw buat setiap tahun dengan malaikat Jibrail alaihissalam. Membaca buku2 rujukan, mendengar cd, tv dsbnya sekadar boleh membantu. wallahu'alam.
http://akademikemahiran-quran.blogspot.com/
"Sebaik-baik kamu ialah yg mempelajari al-Quran dan kemudian mengajarkannya" (maksud hadith riwayat Bukhari)
Jumhur ulama telah menjelaskan bahawa hukum mempelajari ilmu Tajwid adalah Fardhu Kifayah, manakala hukum beramal dengannya adalah Fardhu 'Ain ke atas orang Islam yg Mukallaf dan berdosa sesiapa yg membaca al-Quran tanpa memelihara hukum Tajwid.
"Orang yg membaca al-Quran lagi mahir, kelak akan dapat bersama para Rasul yg mulia dalam syurga, dan orang yg membaca tetapi tidak mahir, dalam keadaan trpegun-pegun dan nampak agak berat lidahnya, ia akan mendapat dua pahala" (maksud hadith riwayat Muslim)
"Bacalah al-Quran, kerana sesungguhnya al-Quran itu akan mensyafaatkan orang yg membacanya pada hari kiamat" (maksud hadith riwayat Muslim)
ikhfa' agak susah skt sebab bunyinya antara izhar dan idgham, tapi kalau sebut depan tok guru dan praktis selalu insyaAllah boleh.. Dalam ilmu tajwid, sebutan kena betul, barulah mudah belajar hukum2 seperti idgham, izhar dan ikhfa', serta mad dan huruf2 tebal & nipisnya, dll. Apapun, yg penting wajib berguru, bertalaqqi, seperti mana Rasulullah saw buat setiap tahun dengan malaikat Jibrail alaihissalam. Membaca buku2 rujukan, mendengar cd, tv dsbnya sekadar boleh membantu. wallahu'alam.
http://akademikemahiran-quran.blogspot.com/
Subscribe to:
Posts (Atom)